Wagub Jabar Deddy Mizwar : Buku Harus Mudah Diakses dan Murah

12 Oktober 2016 | Oleh : Administrator Website | Dilihat 395 kali

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka secara resmi Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) XX dan SeminaR Ilmiah Nasional Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa malam (11/10/16).Rakerpus dan Seminar Ilmiah Nasional  tahun ini mengambil tema "Pustakawan dan Media Sosial"

Dalam sambutannya, Wagub Deddy Mizwar mengatakan bahwa tema tersebut sesuai dengan kondisi zaman saat ini. Dimana teknologi bisa memberikan peran penting dan strategis dalam meningkatkan minat baca atau literasi di kalangan masyarakat, sehingga hal itulah yang menjadi peran positif dari media sosial dan internet untuk kemudahan masyarakat dalam mendapatkan buku.



"Buku juga harus harus bisa diakses dengan mudah dan murah. Maka itulah e-book sangat kita perlukan!" ujar Wagub. "Selain itu, perpustakaan juga harus dipoles dengan sentuhan inovasi pelayanan berbasis teknologi modern, multimedia yang canggih, serta pustakawan yang handal. Pustakawan dituntut untuk terus berkreasi menghadirkan daya tarik, seperti membuat perlombaan, memfasilitasi pembentukan komunitas baca agar dapat saling memotivasi, sehingga pengunjung betah diperpustakaan.



 Oleh karena itu, menurut Wagub Gerakan Indonesia Membaca atau Pemasyarakatan Minat Baca memiliki peran strategis, sebagai ikhtiar kolektif bangsa ini dalam mendongkrak tingkat literasi.
“Peran orang tua juga penting, seperti menghadirkan kembali budaya mendongeng, karena selain bermanfaat membangun kedekatan emosional dan karakter anak, mendongeng juga dapat menjadi sarana menumbuhkan minat baca sejak dini, sehingga membaca dapat menjadi karakter anak dan membudaya hingga dewasa,” ungkap Wagub. 


Wagub Jabar, Deddy Mizwar, memberikan cindera mata kepada Kepala Perpusnas RI Muh. Syarif Bando

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando mengungkapkan bahwa tema “Pustakawan dan Media Sosial” sangat tepat diusung dalam Rakerpus 2016 ini. Menurut Syarif Bando, seorang pustakawan harus dapat menjaga kesinambungan pengetahuan dari generasi ke generasi, dan sebagai garda pengawal pustakawan harus mampu menjalin kerjasama baik secara individu maupun lembaga, serta sesama organisasi profesi.
 
"Sebagai agen perubahan pustakawan juga harus mampu menyediakan berbagai pengetahuan dan informasi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan peradaban manusia," tutur Syarif Bando.
 
Pengguna internet aktif di Indonesia saat ini tidak kurang dari 88,1 juta jiwa dan sebanyak 70% diantaranya aktif menggunakan sosial media. Hal tersebut bisa menjadi potensi untuk pengembangan perpustakaan di Indonesia melalui sistem digital atau internet, sehingga bisa meningkatkan budaya serta minat membaca secara nasional.
 
"Library is Librarian, maka maju atau mundurnya sebuah perpustakaan banyak bergantung kepada Pustakawannya," kata Wagub Deddy Mizwar diakhir sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Jabar Deddy Mizwar menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Ketua Umum PP IPI Dedi Junaedi dengan Kepala Perpustakaan RI Muhammad Syarif Bando. Kerjasama ini terkait program pendidikan dan pelatihan kepustakawanan di Indonesia.